Hello world ! how are you all ? i hope your life can go on as you wish... only one message from me friends "life is a choice, and life is full of struggle, but remember life is beautiful" and now "Welcome to my blog " Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label "Sejarah". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "Sejarah". Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

"Perkembangan pengaruh Islam di Indonesia"


Bukti Agama Islam masuk ke Indonesia.
a.       Abad 7 dan 8
Di Malaka terdapat kampung Islam dan mereka menyebut Sriwijaya dengan nama Zabag/Zabay.
b.      Abad ke 11
Adanya bukti makam Fatimah binti Maemun di Lerab Gresik yang berangka tahun 1082 M.
c.       Abad ke 13
·         Batu Nisan Sultan Malik Al – Saleh (1297 M)
·         Catatan perjalanan Marcopolo (1292 M). Ia menulis bahwa di perlak penduduk telah memeluk agama Islam
·         Catatan Ibnu Batutah (1345-1346 M). Ia menceritakan bahwa raja Samudra Pasai menganut agama Islam dan menyebarkannya.
d.      Abad ke 15
Catatan Ma Huan Musafir, masyarakat pantai utara Jawa Timur telah memeluk Islam.
e.      Buku Soma Oriental dari Tomes Pires (Musafir Portugis) tahun 1512 – 1515 . agama Islam berkembang di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku.
1.       Pembawa Agama Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia di bawa oleh pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia.
2.       Penerimaan agama Islan di Indonesia tidak langsung diterima oleh rakyat pada umumnya, tetapi melalui tahapan/ urutan sebagai berikut :
a.       Pedagang
Pedagang-pedagang Indonesia langsung mendapat pengaruh agama Islam atau pedagang- pedagang Islam yang datang ke Indonesia
b.      Bangsawan
Para bangsawan (adipati / raja-raja) pantailah yang berperan dalam perdagangan, selain golongan yang mampu membeli barang dagangan mewah, juga sebagai pemberi modal bagi pedagang-pedagang Indonesia.
c.       Para Wali atau Ulama
Wali ini biasanya sebelum berperan menyebarkan Islam, mereka bertugas sebagai penasihat raja-raja yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan juga dengan pedagang-pedagang Islam.
d.      Rakyat (Masyarakat)
Masyarakat mendapat pengaruh islam paling akhir. Rakyat biasanya penerima pengaruh dari para wali dan ulama melalui dakwah.
3.       Proses perkembangan islam di indonesia
Malaka pusat perdagangan, pedagang Asia dan Indonesia bertemu di sana. Setelah dagangan habis mereka tidak bisa langsung pulang tetapi menunggu angin untuk berlayar. Selama menunggu angin pedagangan Gujarat, Persia, dan Arab yang beragama islam mengenalkan agamanya kepada para pedagang yang lain (termasuk Indonesia). Sebagian Pedagang Gujarat, Persia, Arab setelah dagangan mereka habis, memang ada yang sengaja tinggal di daerah tertentu untuk memperkenalkan agamanya kepada penduduk sekitar .

Senin, 31 Oktober 2011

“Manusia Pra Aksara”

  •   Pra artinya sebelum, 
Aksara artinya tulisan
  • Zaman pra aksara adalah zaman sebelum adanya tulisan. 
  • Manusia pra aksara adalah manusia yang belum mengenal tulisan.
  • bangsa Indonesia mengenal tulisan pada abad ke 4
  • 4 sumber yang digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui zaman pra aksara :
fosil, kjokken mudinger,abrish sous roches,artefak
  • contoh jenis manusia pra aksara : meganthropus paleojavanicus 
manusia raksasa dari jawa

Sabtu, 17 September 2011

"Prasejarah"


Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:
] Zaman Batu Tua
Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan) dan manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah).
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
  1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
  2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
Zaman Batu Tengah
1. Ciri zaman Mesolithikum:
a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan
3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid
] Zaman Batu Muda
Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
  1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
  2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
  3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
  4. Pakaian dari kulit kayu
  5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
alat serpih dari Abris Saus Roche)
Zaman Batu Besar
Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain:
  1. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang.
  2. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang
  3. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup)
  4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat
  5. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup
  6.  
Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman Perunggu
Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain :
a. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian
b. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti
c. Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.
d. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat)
Zaman Besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:
a. Mata Kapak bertungkai kayu
b. Mata Pisau
c. Mata Sabit
d. Mata Pedang
e. Cangkul
Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur)
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.